Minggu, 26 November 2017

Rangkuman 7

IPS Kelas 7 Bisa didownload disini Rangkuman
BAB II
Interaksi Sosial dan Lembaga Sosial

BAB II
INTERAKSI SOSIAL DAN LEMBAGA SOSIAL
A.      Interaksi Sosial
1.       Pengertian dan syarat Interaksi Sosial
Interaksi Sosial adalah hubungan antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok.
Dalam interaksi sosial, hubungan yang terjadi harus dilakukan secara timbal balik oleh kedua belah pihak. Artinya kedua belah pihak harus saling merespon.
Berlangsungnya suatu proses interaksi sosial didasarkan pada beberapa faktor, antara lain sebagai berikut.
a.       Faktor imitasi merupakan proses seseorang mencontoh orang lain atau kelompok. Contohnya, seorang anak perempuan bermain masak-masakan karena melihat ibunya pada saat memasak di dapur.
b.      Faktor sugesti merupakan pengaruh yang dapat menggerakkan hati orang. Contohnya, seorang pasien yang akan berobat ke seorang dokter, pasien tersebut akan cepat mengalami penyembuhan salah satunya disebabkan adanya rasa sugesti pada dokter tersebut.
c.       Faktor identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Contohnya, seorang anak yang mengidolakan pemain bola, sehingga semua tingkah laku idolanya akan dilakukan.
d.      Faktor simpati merupakan kemampuan untuk merasakan diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut merasakan apa yang dilakukan, dialami, atau diderita orang lain. Contohnya, pada saat ada tetangga kita yang tertimpa musibah, maka kita ikut merasakan kesedihannya dan berusaha membantunya.
Kontak sosial dan komunikasi sosial merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. Tanpa adanya kedua syarat itu, interaksi sosial tidak akan terjadi.
Suatu tindakan manusia dikatakan sebagai interaksi sosial apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut!
a.       Jumlah pelakunya lebih dari seorang, biasanya dua atau lebih.
b.      Berlangsung secara timbal-balik.
c.       Adanya komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol-simbol yang disepakati.
d.      Adanya suatu tujuan tertentu.
2.       Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
bentuk interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat, yaitu sebagai berikut :
a.       Proses-Proses yang Asosiatif
Proses ini terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang melakukan interaksi sosial yang mengarah kepada kesatuan pandangan. Proses ini terdari dari, kerja sama, akomodasi, dan asimilasi.
Contoh kerja sama kerja bakti, gotong royong, kerja sama di masyarakat sekitar, antara sesama teman bermain, teman sekolah, teman sekantor, dan sebagainya.
Contoh akomodasi pemaksaan terhadap kaum yang lemah, penyelesaian PHK karyawan, penyelesaian yang bersengketa melalui pihak ketiga (mediasi), toleransi kehidupan beragama (toleransi), pengadilan, dan sebagainya
Contoh asimilasi adalah orang orang dari Tiongkok yang tinggal di Indonesia. Warga Tiongkok yang sudah lama tinggal di Indonesia, akhirnya bisa berbahasa Indonesia dengan sangat fasih. Namun dialek yang mereka biasa pakai untuk berkomunikasi sudah tidak asli lagi karena sudah tercampur dengan bahasa Indonesia.
b.      Proses-Proses yang Disosiatif
Proses ini terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang melakukan interaksi sosial yang mengarah pada konflik dan merenggangkan solidaritas kelompok. Proses ini terdiri atas tiga bentuk yaitu kompetisi, kontravensi, dan pertentangan.
Contoh kompetisi gelar juara, kesuksesan, sebuah piala, dan hadiah. Untuk mendapatkannya, seseorang harus bersaing satu dengan yang lainnya.
Contoh kontravensi OSIS di sekolahmu mempunyai suatu rencana, tetapi kelasmu kurang setuju terhadap rencana tersebut sehingga berkembang rasa tidak suka atau benci namun masih disembunyikan.
Contoh pertentangan Konflik terjadi jika dua pihak berusaha saling menggagalkan tujuan masing-masing.

B.      Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial
Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interaksi sosial tidak mungkin ada kehidupan bersama. Bertemunya orang perorangan atau kelompok dalam pergaulan hidup akan menghasilkan suatu kelompok sosial yang hidup bersama yang membutuhkan suatu aturan. Sehingga melahirkan lembaga untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia.
Suatu lembaga terbentuk akibat dari berbagai aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan melalui interaksi sosial.

C.      Lembaga Sosial
1.       Pengertian Lembaga Sosial
Lembaga sosial adalah keseluruhan dari sistem norma yang terbentuk berdasarkan tujuan dan fungsi tertentu dalam masyarakat. Dapat juga dikatakan bahwa lembaga sosial merupakan himpunan norma-norma yang berhubungan dengan kebutuhan pokok dalam masyarakat.
Agar hubungan antara manusia di dalam suatu masyarakat terlaksana sebagaimana yang diharapkan, maka diciptakanlah norma-norma yang mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda. Terdapat norma yang kekuatan mengikatnya lemah, namun ada juga yang kuat mengikatnya. Di dalam masyarakat dikenal ada empat tingkatan norma yaitu:
a.       Cara (Usage)
Cara lebih terlihat pada perbuatan individu dalam masyarakat. Penyimpangan dalam norma cara ini tidak akan mendapatkan hukuman berat akan tetapi hanya sekedar celaan. Contoh tindakan yang melanggar norma ini antara lain, cara seseorang membuang sampah
b.      Kebiasaan (Folksway)
Kebiasaan adalah perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama. Contohnya kebiasaan memberi hormat kepada yang lebih tua usianya, salam kepada orang tua, dan sebagainya.
c.       Tata Kelakuan (Mores)
Kebiasaan itu kemudian diterima sebagai patokan atau norma pengatur kelakuan bertindak, jika terjadi penyimpangan, pelakunya akan dikenakan sanksi. Contohnya seorang peserta didik yang taat tata tertib sekolah, apabila ia melanggar ia dikenakan sanksi.
d.      Adat Istiadat (Customs)
Tata kelakuan yang semakin kuat mencerminkann kekuatan pola kelakuan masyarakat yang mengikat para anggotanya
2.       Jenis dan Fungsi Lembaga Sosial
a.       Lembaga keluarga
Keluarga berperan membina dan membimbing anggota-anggotanya untuk beradaptasi dengan lingkungan fisik maupun
b.      Lembaga agama
Agama merupakan suatu lembaga atau institusi penting yang mengatur kehidupan rohani manusia. Fungsi lembaga agama adalah sebagai berikut:
1)      Pedoman hidup manusia
2)      Sumebr kebenaran
3)      Pengatur tata cara hubungan manusia dengan manusia
4)      Tujuan prinsip benar dan salah untuk menghindari perilaku menyimpang
5)      Pedoman pengungkapan perasaan kebersamaan
6)      Pedoman keyakinan manusia berbuat baik
7)      Pedoman keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup
8)      Pedoman untuk rekreasi dan hiburan.
c.       Lembaga ekonomi
Lembaga ekonomi bagian dari lembaga sosial yang mengatur tata hubungan antar manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Fungsi lembaga ekonomi antara lain sebagai berikut:
1)      Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
2)      Memberi pedoman untuk melakukan pertukaran barang atau barter
3)      Memberi pedoman tentang harga jual beli barang
4)      Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja
5)      Memberi pedoman tentang cara pengupahan
6)      Memberi pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja
7)      Memberi identitas bagi masyarakat
d.      Lembaga pendidikan
Lembaga Pendidikan adalah lembaga atau S yang dilakukan dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku individu ke arah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Fungsi lembaga pendidikan ada dua yaitu, fungsi manifes dan fungsi laten.
Fungsi manifes adalah fungsi yang tercantum dalam kurikulum sekolah.
Fungsi laten adalah fungsi yang tidak disadari, seperti:
1)      Memperpanjang masa remaja
2)      Mempertahankan status kelas sosial
3)      Mengurangi pengendalian orang tua
e.      Lembaga politik
Lembaga politik merupakan suatu lembaga yang mengatur pelaksanaan dan wewenang yang menyangkut kepentingan masyarakat agar tercapai suatu keteraturan dan tata tertib kehidupan bermasyarakat.
Fungsi lembaga politik adalah sebagai berikut:
1)      Memelihara ketertiban di dalam Negeri
2)      Mengusahakan kesejahteraan umum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar