Minggu, 26 November 2017

Rangkuman 8

Rangkuman IPS BAB II Bisa di download disini  Rangkuman

BAB II 
A.    Mobilitas Sosial
      B.    Pluralitas
      C.    Konflik dan Integrasi Sosial

1.       Konflik dlam kehidupan sosial
a.       Pengertian konflik
Menurut Robert M.Z. Lawang, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka, seperti nilai, status, kekuasaan, dan sebagainya dengan tujuan tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya. Konflik terjadi karena benturan kekuatan dan kepentingan antara satu kelompok dan kelompok lain dalam rangka memperebutkan sumber-sumber kemasyarakatan (ekonomi, politik, sosial, dan budaya) yang relatif terbatas.
b.      Faktor-faktor penyebab konflik sosial
1)      Perbedaan individu
2)      Perbedaan latar belakang kebudayaan
3)      Perbedaan kepentingan
4)      Perubahan-perubahan nilai yang cepat
c.       Akibat-akibat konfil sosial
1)      Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok
2)      Retaknya hubungan antarindividu atau kelompok
3)      Terjadinya perubahan kepribadian para individu
4)      Rusaknya harta benda dan behkan hilangnya nyawa manusia
5)      Terjadinya akomodasi, dominasi, bahkan salah satu pihak yang terlibat dalam pertikaian
d.      Cara menangani konflik
1)      Menghindar
2)      Memaksakan kehendak
3)      Menyesuaikan kepada keinginan orang lain
4)      Tawar menawar
5)      Kolaborasi
2.       Integrasi Sosial
Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur dapat meliputi ras, etnis, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan lain sebagainya.
Faktor yang memengaruhi cepat atau lambatnya proses integrasi:
a.       Homogenitas kelompok. Pada masyarakat yang homogenitasnya rendah integrasi sangat mudah tercapai, demikian juga sebaliknya.
b.      Besar kecilnya kelompok. Jumlah anggota kelompok memengaruhi cepat lambatnya integrasi karena membutuhkan penyesuaian di antara anggota.
c.       Mobilitas geografis. Semakin sering anggota suatu masyarakat datang dan pergi, semakin besar pengaruhnya bagi proses integrasi.
d.      Efektifitas komunikasi. Semakin efektif komunikasi, semakin cepat pula integrasi anggota-anggota masyarakat tercapai.
Bentuk-bentuk integrasi sosial:
a.        Integrasi normatif: integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. Contoh: masyarakat Indonesia dipersatukan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
b.      Integrasi fungsional: integrasi yang terbentuk sebagai akibat adanya fungsifungsi tertentu dalam masyrakat. Sebagai contoh, Indonesia yang terdiri dari berbagai suku mengintegrasikan dirinya dengan melihat fungsi masing-masing: suku Bugis melaut, Jawa bertani, Minang pandai berdagang.
c.       Integrasi koersif: integrasi yang dilakukan dengan cara paksaan. Hal ini biasanyadilakukan bila diyakini banyaknya akibat negatif jika integrasi tidak dilakukan,atau pihak yang diajak untuk melakukan integrasi sosial enggan melakukan/mencerna integrasi.
Proses integrasi dilakukan melalui dua hal, yaitu:
a.       Asimilasi: bertemunya dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi sehingga memunculkan kebudayaan baru dengan meninggalkan sifat asli tiaptiap kebudayaan.
b.      Akulturasi: proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing (baru) sehingga kebudayaan asing (baru) diserap/diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri tanpa meninggalkan sifat asli kebudayaan penerima.
Faktor-faktor pendorong integrasi sosial:
1. Adanya tolerasnsi terhadap kebudayaan yang berbeda.
2. Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi.
3. Adanya sikap positif terhadap kebudayaan lain.
4. Adanya sikap terbuka dari golongan yang berkuasa.
5. Adanya kesamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
6. Adanya perkawinan campur (amalgamasi).
7. Adanya musuh bersama dari luar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar